Tutorial Elektronika



Output Power dari pemancar ini sangat rendah karena tidak ada penguat bertingkat. Pemancar ini menggunakan RF power amplifier. Dengan menggunakan antena 50 ohm, pemancar ini mempunyai kekuatan signal yang cukup baik sampai jarak sekitar 2 kilometer.

Pemancar ini menggunakan transistor T1 (BF494) sebagai frekuensi rendah VHF oscillator. Diode digunakan mengubah frekuensi pemancar dan untuk memberikan modulasi frekuensi. Hasil oscillator adalah sekitar 50 milliwatts. Transistor T2 (2N3866) adalah Kelas A VHF power amplifier. Transistor tersebut dapat menaikkan singnal oscilator empat sampai lima kali. Dengan begitu sebesar 200-250 milliwatt power yang ditimbulkan di kolektor transistor T2. Keterangan lebih lanjut tentang lilitan adalah sebagai berikut :

Coil winding details are given below:
L1 - 4 turns of 20 SWG wire close wound over 8mm diameter plastic former.
L2 - 2 turns of 24 SWG wire near top end of L1.
(Note: No core (i.e. air core) is used for the above coils)
L3 - 7 turns of 24 SWG wire close wound with 4mm diameter air core.
L4 - 7 turns of 24 SWG wire-wound on a ferrite bead (as choke)
Potentiometer VR1 is used to vary the fundamental frequency whereas potentiometer VR2 is used as power control. For hum-free operation, operate the transmitter on a 12V rechargeable battery pack of 10 x 1.2-volt Ni-Cd cells. Transistor T2 must be mounted on a heat sink. Do not switch on the transmitter without a matching antenna. Adjust both trimmers (VC1 and VC2) for maximum transmission power. Adjust potentiometer VR1 to set the fundamental frequency near 100 MHz.

0 comments

Poskan Komentar

Mau Tukeran Link disini tempatnya :

Setelah memasukkan link anda silahkan tinggalkan komentar anda di salah satu artikel yang anda baca dan pasang link blog ini di blog/website anda, jika tidak meninggalkan komentar maka link anda akan kami hapus.

Bagi anda yang sudah pasang link blog ini dan belum saya linkback, harap tinggalkan pesan pada shoutbox.